Minggu 30 oktober 2016
Kebutuhan untuk
mendapatkan informasi melalui internet semakin tinggi. Namun, masih banyak pengguna
komputer yang belum menyadari akan pentingnya keamanan jaringan komputer dan
internet. Mereka baru sadar setelah data menjadi hilang, terkena virus, spyware,
spam bahkan sampai komputer menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Saat
ini berbagai serangan terhadap jaringan komputer dan internet semakin banyak
dan berkembang. Serangan tidak hanya terhadap invidivu tertentu. Ada serangan
yang sengaja dilakukan oleh seseorang atau kelompok tertentu terhadap suatu
perusahaan/lembaga untuk kepentingan pribadi mereka. Masih lemahnya sistem
suatu perusahaan membuat mereka semakin berkembang dalam membuat teknik
serangan-serangan baru.
Agar Anda semakin
paham berbagai bentuk serangan terhadap jaringan komputer, berikut ini situstkj
akan berbagi ilmu kepada teman-teman untuk mencoba deskripsikan. Harapannya
adalah agar Anda semakin sadar bahwa keamanan jaringan komputer mer. Meskipun
lebih dari 50 % celah keamanan berasal dari dalam, namun tidak ada
salahnya bagi kita untuk mengetahui bentuk-bentuk serangan yang berasal dari
luar.
Celah –celah yang
berbasal dari luar yang kami diambil dari berbagai sumber di internet.
1.Botnet
Deskripsi:
- Terdiri
dari dua kata, yaitu BOT (program yang otomatis) dan Net (networking). Jadi
botnet merupakan program yang secara otomatis, bekerja dalam network tertentu
yang bertujuan untuk mendapatkan “sesuatu” secara brutal, karena semua komputer
yang terhubung dalam jaringan akan diserang semuanya secara otomatis.
- Contoh:
conficker.vmx. Botnet ini sulit sekali dihilangkan, karena mempunyai fitur
autoupdate ke server yang ditunjuk, sehingga conficker ini sulit dilacak dan
dihilangkan.
Memaksa masuk
(Brute Force) dan kamus password (Dictionary)
Deskripsi:
- Menyerang
database atau menyerang login prompt yang sedang aktif.
- Brute
Force: upaya menemukan password dari account user dengan cara sistematis,
mencoba berbagai kombinasi angka, huruf dan simbol.
- Dictionary:
upaya menemukan password dengan mencoba berbagai kemungkinan password yang
dipakai user dengan kamus password yang sudah didefinisikan sebelumnya.
Cara mengatasi:
- Aturan
pembuatan password yang kuat, misalnya tidak boleh menggunakan tanggal lahir,
nama, password dengan kombinasi huruf dana angka
2.Denial of Service
(DoS)
Deskripsi:
- Membuat
layanan jaringan jadi mampet.
- Bentuk:
mengirim paket data yang besar terhadap suatu server dan memanfaatkan celah
yang rentan dari sistem operasi, layanan-2 atau aplikasi-2.
- Akibat
serangan: sitem crash atau pemakaian CPU 100 %.
- Jenis-jenis
DoS: Distributed Denial of Service (DSoS), Distributed Reflective Denial of
Service (DRDoS).
- Contoh
akibat serangan: layanan pemesanan selalu gagal atau username tidak bisa login,
daftar barang tidak bisa muncul atau sudah dicetak.
3.Identity Tteft
Deskripsi:
- Pencurian
informasi tentang identitas kita yang dilakukan melalui komputer offline,
jaringan LAN, internet maupun melalui transaksi-transaksi dalam kehidupan
sehari-hari.
Smurf Attack
Deskripsi:
- Membanjiri
komputer client dengan sampah.
- Mengirimkan
broadcast kepada segmen jaringan sehingga semua node dalam jaringan akan
menerima paket broadcast.
- Ada
yang menggolongkan sebagai DoS.
4.Ping of Death
Deskripsi:
- Menggunakan
tool khusus dengan mengirimkan paket ping oversized yang banyak sekali kepada
korbannya.
- Akibatnya:
sistem crash, freeze atau reboot.
- Ada
yang menggolongkan sebagai DoS.
5.Stream Attack
Deskripsi:
- Mengirim
jumlah paket besar menuju port pada sistem korban menggunakan sumber nomor yang
random.
- Ada
yang menggolongkan sebagai DoS.
6.Spoofing
Deskripsi:
- Seni
untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain.
- IP
address atau node source yang asli diganti IP address atau node source yang
lain.
- Contoh:
pemalsuan web Paypal
7.Serangan
Pembajakan (Man in the Middle)
Deskripsi:
- Mengkomposisikan
dua titik link komunikasi dengan jalan: menyusup antara dua party dan para
penyerang memposisikan dirinya dalam garis komunikasi dimana dia bertindak
sebagai proxy atau mekanisme store and forward.
- Akibat:
para penyerang bisa menangkap logon credensial atau data sensitive ataupun
mampu mengubah isi pesan dari kedua titik komunikasi.
8.Spamming
Deskripsi:
- Spam
merupakan email/newsgroup/pesan diskusi forum yang tak diundang.
- Berupa
iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan.
- Biasanya
datang bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh
penerimanya.
- Mirip
dengan DoS.
- Cara
kerja: pembuat spam akan membuat mailing list dari alamat-alamat email yang
ditemukan dari situs-situs terkenal seperti Facebook, Multiply, Friendster dll.
Setelah itu file-file akan disebarkan melalui email-email tersebut.
Sniffer (Snooping
Attact)
Deskripsi:
- Kegiatan
user perusak yang ingin mendapatkan informasi atau traffic melalui jaringan.
- Merupakan
program penangkap paket data yang bisa di duplikasikan isi paket yang melalui
media jaringan ke dalam file.
- Fokus
untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.
- Contoh:
menyadap suatu pengiriman program saat memasukkan password dengan tujuan
mendapatkan password pengguna atau menduplikasikan program yang dikirimi
program.
9.Crackers
Deskripsi:
- User
yang ingin merusak sistem.
- Akibat:
kegiatan pencurian data/ide, disable system, kompromi keamanan, opini negative
public, kehilangan pasar saham, mengurangi keuntungan, kehilangan
produktivitas.
- Contoh:
seorang pencopy software seperti microsoft.
- Keahlian
minimal cracker: bisa membuat program C, C++, atau Perl, memiliki pengetahuan
TCP/IP, menguasai sistem operasi UNIX atau VMS, suka mengkoleksi software dan
hardware lama.
Hacker
Deskripsi:
- Seseorang
atau beberapa orang yang ahli dan mengetahui seluk beluk komputer, baik,
software, hardware, keamanan atau jaringannya. Sesungguhnya tidak semua hacker
melakukan kejahatan, ada hacker yang berfungsi sebagai peneliti dan
pengembang dengan cara menelusuri lubang-lubang keamanan sebuah software atau
jaringan komputer.
10.Back Door
Deskripsi:
- Serangan
dengan sengaja membuka suatu “pintu belakang” bagi pengunjung tertentu, tanpa
disadari oleh orang yang menginstall software.
- Contoh:
E-bay untuk mengizinkan pengembang tersebut memperoleh informasi mengenai
transaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual, termasuk kartu kredit.
11.Social
Engineering
Deskripsi:
- Bentuk
serangan yang memanfaatkan sisi kelemahan manusia, misalnya dengan
merekayasa perasaan user sehingga user bersedia mengirim informasi kepada
hacker untuk selanjutnya digunakan untuk merusak sistem.
- Misalnya:
email yang meminta target untuk membuak attachment yang disisipi worm/trojan
horse untuk merusak jaringan.
DNS Poisoning
Deskripsi:
- Usaha
merubah atau merusak isi DNS sehingga semua akses yang memakai DNS akan
disalurkan ke alamat yang salah atau alamat yang dituju tidak bisa diakses.
- User
melakukan login ada rekening internetnya. Karena sudah dialihkan, maka ia
mengakses ke suatu situs palsu yang serupa dan telah dipersiapkan oleh hacker.
12.Phising Mail
Deskripsi:
- Email
yang seolah-olah dikirim dari bank tempat kita menyimpan uang, dari situs
tempat kita membeli barang secara online. Bila kita log ini ke dalam situs
gadungan tersebut maka situs itu akan mencuri username dan password yang akan
merugikan kita.
- Berasal
dari bahasa Inggris yang berari pengelabuhan. Phishing berupa webpage yang
alamatnya mirip dengan web aslinya. Misalnya: www.klikbca.comdiubah menjadi www.clickbca.com atau www.klikkbca.com. Jika dilihat ketiganya
memiliki pelafalan yang sama, tetapi tujuannya berbeda. Klik BCA bertujuan
untuk mengakses suatu alamat bank swasta di Indonesia, tetapi click BCA
bertujuan ke suatu komputer dimana pemiliknya mengetahui username dan password
Anda jika Anda memasuki web tersebut.
13.Adware
Deskripsi:
- Kependekan
dari advertising software, yaitu sebuah program untuk mengiklankan sesuatu yang
dapat secara otomatis tampil dalam web browser atau pop up.
- Adware
bisa terdownload tanpa sengaja bila kita tidak teliti saat mengeklik iklan yang
tampil dalam sebuah pop-up.
- Ada
yang menyamakan dengan spyware.
14.Virus dan Worm
Deskripsi:
- Program
komputer aktif yang tersembunyi dan membahayakan, karena bersifatt merusak
sistem komputer. Virus dapat menginfeksi program komputer lain atau file data
serta dapat terdistribusi ke komputer lain dengan membonceng pendistribusian
file/program lain.
15.Spyware
Deskripsi:
- Merupakan
program komputer yang biasanya tanpa sengaja terinstall untuk melakukan
perusakan, penyalinan dan/atau pengintipan aktifitas sebuah komputer, sehingga
segala aktifitas saat menggunakan komputer dapat dipantau, dicopy dari tempat
lain. Spyware biasanya terinstall karena ketidaktelitian pengguna komputer saat
menegklik suatu pop-up atau browsing internet
16.Remote Attack
Deskripsi:
- Segala
bentuk serangan terhadap suatu sistem dimana penyerangannya tidak memiliki
kendali terhadap mesin tersebut karena dilakukan dari jarak jaruh di luar
sistem jaringan atau media transmisi.
17.Hole
Deskripsi:
- Kondisi
dari software atau hardware yang bisa diakses oleh pemakai yang memiliki
otoritas atau meningkatnya tingkat pengaksesan tanpa melalui proses otoritasi.
18.Phreaking
Deskripsi:
- Perilaku
menjadikan pengamanan telepon melemah.
19.Wireless Attack
Deskripsi:
- Biasanya
berbentuk pencurian bandwidth
20.HTTPD Attack
Deskripsi:
- Memanfaatkan
kerawanan webserver, misalnya: buffer, overflows, httpd bypasses, cross
scripting, web code vulnerabilities, URL floods.
- Contoh:
melalui cross XSS seorang attacker bisa mengeksploitasi pertukaran cookies
antara browser dan webserver. Fasilitas ini dapat mengaktifkan script untuk
merubah tampilan web dll. Script ini bisa menjalankan malware, membca informasi
penting dan mengexpose data sensitive seperti nomor credit card dan password.
21Pencurian Cookie
Deskripsi:
- Cookie
adalah kumpulan data yang dikirimkan oleh server atau admin sebuah website
kepada webbrowser yang digunakan. Kemudian web browser akan mengembalikan lagi
data tersebut untuk mengakses website tanpa ada perubahan
sedikitpun.
- Kenapa
berbahaya ? Untuk mengakses sbuah situ dibutuhkan transfer cookie dari user ke
server dan sebaliknya, sebagai proses authentifikasi dan enkripsi data
sekaligus konfirmasi identitas user. Sehingga jika cookie dicuri, maka pencuri
dapat menggunakan cookie tersebut untuk mengakses situs ilegal maupun
memalsukan identitasnya.
- Pencurian
cookie dapat menggunakan script.
22.Ip Spoofing
Deskripsi:
- Atau
juga lebih dckerikenal dengan source address spoofing,yaitu pemalsuan alamat ip
attacker, sehingga sasaran menganggap alamat ip attacker adalah alamat ip dari
host didalam jaringan bukan dari luar jaringan.
23.Malware
Deskripsi:
- Merupakan
serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program- program penghancur,
seperti virus, worm, dan trojan pada sistem sasaran. Progaram
–program penghancur ini sering juga disebut sebagai malware. Program – program
ini mempunyai kemampuan unutk merusak sistem, pemusnahan file, pencurian
password, sampai dengan membuka backdoor.
24.Ftp Attack
Deskripsi:
- Salah
satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protokol adalah serangan
buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah malformed. Tujuan menyerang FTP
server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun unutuk
melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat
menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam
jaringan tanpa adanya autorisasi, sedangakan command shell dapat membuat
seorang attacker mendaptak akses kesistem server dan file data akhirnya seorang
attacker bisa membuat anonymous foot-access yang mempunyai hak penuh terhadap
sistem bahkan jaringan yang diserang.
25.Sniffer
Deskripsi:
- Adalah
sustu usaha untuk menangkap setiap data yang lewat dari suatu jaringan,dapat
berupa password dan user dari pengguna lain.
26.DNS Forgery
Deskripsi:
- Salah
satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mencuri data-data penting
orang lain adalah dengan cara melakukan penipuan. Salah satu bentuk
penipuan yang bisa dilakukan adalah penipuan data-data DNS. DNS
adalah sebuah sistem yang akan menterjemahkan nama sebuah
situs atau host menjadi
alamat IP situs atau host
tersebut. Cara kerja DNS cukup
sederhana, yaitu sebuah host mengirimkan paket (biasanya dengan tipe UDP) yang
pada header paket tersebut berisikan alamat host penanya, alamat DNS resolver,
pertanyaan yang diinginkan serta sebuah nomor identitas. DNS resolver
akan mengirimkan paket jawaban yang sesuai ke penanya. Pada paket jawaban
tersebut terdapat nomor identitas, yang dapat dicocokkan oleh penanya dengan nomor
identitas yang dikirimnya. Oleh karena cara kerja yang sederhana dan
tidak adanya metode otentikasi
dalam sistem komunikasi dengan
paket UDP, maka sangatmemungkinkan
seseorang untuk berpura-pura menjadi DNS resolver dan mengirimkan
paket jawaban palsu dengan nomor identitas yang sesuai ke penanya sebelum paket
jawaban dari DNS resolver resmi diterima oleh penanya. Dengan cara ini, seorang
penyerang dapat dengan mudah mengarahkan seorang pengguna untuk melakukan akses
ke sebuah layanan palsu tanpa diketahui pengguna tersebut. Sebagai contoh,
seorang penyerang dapat mengarahkan seorang pengguna Internet
Banking untuk melakukan akses
ke situs Internet Banking palsu
yang dibuatnya untuk mendapatkan data-data pribadi dan kartu kredit pengguna
tersebut.
- Untuk
dapat melakukan gangguan dengan memalsukan data DNS, seseorang membutuhkan
informasi-informasi di bawah ini :
· Nomor
identitas pertanyaan (16 bit)
· Port
tujuan pertanyaan
· Alamat
IP DNS resolver
· Informasi
yang ditanyakan
· Waktu
pertanyaan.
- Pada
beberapa implementasi sistem operasi, informasi diatas yang dibutuhkan
seseorang untuk melakukan penipuan data DNS bisa didapatkan. Kunci dari
serangan tipe ini adalah, jawaban yang diberikan
DNS resolver palsu harus
diterima oleh penanya sebelum
jawaban yang sebenarnya diterima, kecuali penyerang dapat memastikan
bahwa penanya tidak akan menerima jawaban yang sebenarnya dari DNS resolver
yang resmi.
27.DNS Cache
Poisoning
Deskripsi:
- Bentuk
lain serangan dengan menggunakan DNS adalah DNS Cache Poisoning. Serangan
ini memanfaatkan cache dari setiap server DNS yang merupakan tempat penyimpanan
sementara data-data domain yang bukan tanggung jawab server DNS tersebut.
Sebagai contoh, sebuah organisasi 'X' memiliki server DNS (ns.x.org) yang
menyimpan data mengenai domain 'x.org'. Setiap komputer
pada organisasi 'X' akan
bertanya pada server 'ns.x.org'
setiap kali akan melakukan
akses Internet. Setiap kali server
ns.x.org menerima pertanyaan
diluar domain 'x.org', server tersebut akan bertanya pada pihak
otoritas domain. Setelah mendapatkan jawaban yang dibutuhkan, jawaban tersebut
akan disimpan dalam cache, sehingga jika ada pertanyaan yang sama, server
'ns.x.org' dapat langsung memberikan jawaban yang benar. Dengan
tahapan-tahapan tertentu, seorang
penyerang dapat mengirimkan
data-data palsu mengenai sebuah domain yang
kemudian akan disimpan di cache sebuah server DNS, sehingga apabila
server tersebut menerima pertanyaan mengenai domain tersebut, server akan
memberikan jawaban yang salah. Patut dicatat, bahwa dalam serangan ini, data
asli server DNS tidak mengalami perubahan sedikitpun. Perubahan data hanya
terjadi pada cache server DNS tersebut.Cara yang paling efektif dalam
menghadapi serangan yang merubah DNS server adalah dengan melakukan
otentikasi host yang akan kita hubungi. Model otentikasi yang
banyak digunakan saat ini adalah dengan mempergunakan digital certificate.
Dengan digital certificate, seseorang dapat dengan yakin bahwa host yang dia
akses adalah host yang sebenarnya
28. Password
Attacker
Deskripsi:
- Adalah
usaha penerobosan saut sistem jarignan dengan cara memperoleh password dari
jaringan tersebut.
PASSWORD merupakan
sesuatu yang umum jika bicara tentang keamanan. Kadang seorang user tidak
peduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online lewat
warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak
dilengkapi dengan SOFTWARE SECURITY seperti SSL dan PGP.
29. Merusak
File Server
Deskripsi:
- Protokol
–protokol untuk transportasi dat tulang punggung dari INTERNET adalah tingkat
TCP (TCP Level) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis
antara jaringan dan hosts. Attacker bisa dengan mudah mendaptakan akses
kedirectory file. Tergantung pada OS yang digunakan, attacker bisa meng extra
informasi tentang jaringan, sharing privileges, nama dan lokasi dari user dan
groups, dan spesifikasi dari aplikasi atau baner (nama dan versi software).
Sistemyang dikonfigurasi atau diamankan secara minimal akan dengan mudah
membeberkan informasi ini bahkan melalui firewall pun. Pada sistem UNIX,
informasi ini dibawa oleh NFS diport 2049. Sistem windows menyediakan data ini
pada SMB dan NETBIOS pada port 135-139 (NT) dan port 445 pada win2k.
3. Deface
Web Server
Deskripsi:
- Kerawanan
yang terdapat dalam HTTP ataupun WEB Server ada lima macam:
1. Buffer
overflows
2. Httpd
3. Bypasses
4. Cross
scripting
5. Web
kode vulnerabilities, dan
6. URL
floods.
- HTTPD buffer
overflow bisa terjadi karena attacker menmbahkan erorr s pada port
yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak karakter dan
string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat unutk
overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukan string yang akan menjadi
perintah yang dapat dieksekusi. Buffer overflow dapat memberikan
attacker access ke command prompt. Beberapa feature dari HTTPD bisa
digunakan untuk menciptakan HTTPD, bypass, memberi akses keserver
menggunakan logging. Dengan cara ini, sebuah web bisa diakses dan
diganti tanpa dicatat oleh web server. Cara ini sering digunakan oleh para cracker,
hacktivis, dan cybervandals untuk mendeface website
2. Pengertian dan Fungsi 7 OSI Layer
Pengertian Dan Fungsi 7 OSI LAYER – Masalah utama dalam komunikasi antar komputer
dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format
data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for
Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai
Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk
menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer,
dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of
Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
7th – Layer : Application Services
6th – Layer : Presentation Services
5th – Layer : Session Communications
4th – Layer : Transport Communications
3rd – Layer : Network Communications
2nd – Layer : Data-link Physical connections
1st – Layer : Physical Physical connections
6th – Layer : Presentation Services
5th – Layer : Session Communications
4th – Layer : Transport Communications
3rd – Layer : Network Communications
2nd – Layer : Data-link Physical connections
1st – Layer : Physical Physical connections
ayer-layer tersebut disusun sedemikian
sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain.
Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang
lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang
sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan
yang besar antara layer Physical dan layer Application.
7 Model OSI LAYER
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap‐tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenisjenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing‐masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap‐tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenisjenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing‐masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
1.
Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana;
berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner
dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai
contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical.
Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas”
dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih
nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih
high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari
yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer
physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network.
Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah
protocol pada layer Data-link.
3.
Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah
menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network
lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet
Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX,
Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi
beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core
Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa
fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
- Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
- Mendeteksi Error
- Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
- Mengendalikan aliran
4.
Layer Transport
Layer transport data, menggunakan
protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini
digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer
transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang
reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan
multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5.
Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya,
sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan
keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan
koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol
pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan
oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application.
NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS
yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN
Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol),
yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6.
Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI
melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax
sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan
konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang
perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh
layer ini.
7.
Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”,
gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti
sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah
penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources
network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana
user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3
berada pada layer Application.
REFERENSI;
REFERENSI;
http://tonydjeroe21.blogspot.co.id/2011/12/jenis-jenis-serangan-pada-jaringan_159.html